Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

Stop Ghibah,...

~~ Ghibah lagi..ghibah lagi...

♥ GHIBAH=MEMAKAN MEMAKAN BANGKAI,MEMAKAN daging saudaranya yang sudah MATI.

♥ GHIBAH=MENJIJIKAN=MEMAKAN BANGKAI.

~~ ♥ ''Hai orang orang yang BERIMAN,JAUHILAH kebanyakan dari PRASANGKA/KECURIGAAN,karena sebagian dari PRASANGKA itu DOSA,janganlah MENCARI CARI KESALAHAN orang lain,dan JANGAN MENGGUNJING satu sama lain.Adakah seorang yang di antara kamu suka MEMAKAN DAGING saudaranya yang SUDAH MATI ??.Maka tentulah kamu merasa JIJIK terhadapnya'' [al HUJURAT 12]

@@@
Biasanya,kebanyakan orang melakukan PEMBENARAN GHIBAH,katanya;''Memang KENYATAAN kok'' kalau BUKAN KENYATAAN baru itu GHIBAH..
Nah lho...suatu yang KELIRU..

Justru,KENYATAAN itulah,KEKURANGAN seseorang yang disebarkan,yang diGUNJINGKAN,yang DIOMONG OMONGKAN itulah'' GHIBAH''
Pastinya orang yang DIGHIBAH..TIDAK AKAN SENANG...sebab AIBNYA DIBUKA,dan DIKUPAS orang lain...Bagaimana kalau diri kita juga DIGHIBAH orang lain..TENTU TIDAK MAU..

Sedangkan bila sesuatu yang DIGHIBAH itu BUKAN KENYATAAN...malah REKAYASA...DIBUAT BUAT..DIJELEK JELEKKAN...padahal yang DIGHIBAH tidaklah demikian,nah..itu namanya sudah FITNAH..

♥ Rasulullah saw bersabda;''Engkau menyebutkan sesuatu yang ADA pada saudaramu yang dia MEMBENCINYA,jika yang engkau sebutkan tadi BENAR BENAR ADA pada saudaramu,sungguh engkau telah berbuat GHIBAH,sedangkan jika itu TIDAK BENAR maka engkau telah membuat KEDUSTAAN/FITNAH atasnya''[HR Muslim]

~~ Rasulullah saw pun TIDAK SENANG,ketika seseorang menggambarkan bentuk tubuh orang lain,menghinanya,melecehkannya...

♥ Aisyah ra pernah berkata kepada Rasulullah saw tentang SHAFIYYAH bahwa dia adalah wanita PENDEK.''Sungguh engkau telah berkata dengan sesuatu kalimat,yang kalau seandainya DICAMPUR air laut,niscaya akan MENGUBAH AIR LAUT itu''jawab Rasul TIDAK SUKA.[HR Abu Dawud]

wallahua'lam..


Senin, 11 Juni 2012

TAHUKAH KITA?

TAHUKAH KITA? 
Ketika Allah rindu pada hambanya, Allah akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian…
Dalam hadist qudsi Allah berfirman:..
“Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.”(HR. Thabrani dari Abu Umamah) 

Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam bersabda:..
“Seorang muslim yang ditimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.”(H.R. Bukhari dan Muslim) 

Jangan sedih bila orang lain tidak memahami kamu..
Tapi sedihlah karena kamu tidak mau memahami orang lain..
Jangan sedih bila orang lain tidak mempercayai kamu..
Tapi sedihlah karena kamu tidak percaya diri sendiri..

Jangan sedih bila orang lain tidak memberi kesempatan kepada kamu..
Tapi sedihlah karena kamu belum buat persiapan...
Jangan sedih bila orang lain tidak menghargai kamu..
Tapi sedihlah karena kamu tidak bisa menghargai orang lain..

Jangan sedih bila orang lain menghina kamu..
Tapi sedihlah karena kamu membuat hina diri sendiri..
Jangan sedih bila orang lain memaki kamu..
Tapi sedihlah karena kamu bermulut jahat pada orang lain..

Jangan sedih orang selalu mengritik kita..
Tapi sedihlah karena kamu tak pernah mau perbaiki diri...
Jangan sedih karena kamu selalu jatuh..
Tapi sedihlah karena anda tak mau bangkit kembali...
Jangan sedih karena perjalanan hidup kamu pahit getir..
Tapi sedihlah karena kamu tak pernah belajar dari pengalaman.

sumber: sebelum engkau halal bagiku




Rabu, 30 Mei 2012

KEMARIN, SEKARANG, HARI ESOK

Hari pertama : Hari kemarin.
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
lepaskan saja…

Hari kedua : hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
biarkan saja…

Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri.
Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu
bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga.
sumber: duniapustaka.com

Jumat, 27 April 2012

#### Teruntuk Ukhti Shalehah, yang Kusayangi Karena Allah ####

Bagaimana kabarmu hari ini, ukhti? Sudahkah kau hiasi pagi yang syahdu dengan beningnya suaramu kala lantunkan ayat-ayat dari kitab cinta-Nya? Bahkan burung-burung pun masih setia dalam dzikir syukurnya di antara celah sinar matahari yang menyeruak penangkarannya, tidakkah kau iri pada mereka, saudariku? Ukhti yang shalehah, Masihkah hari ini rasa gelisah, bimbang, duka, dan airmatamu menetes karena kerinduanmu dan keinginan bertemu sang pencuri hati? Ya, itu adalah bagian dari fitrah kita. Rasa yang hadir tanpa diduga sebelumnya dan akhirnya menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dari kita. Sebuah fitrah pula kala keresahan dan kehampaan menemani dalam hari-hari penantianmu pada dia yang kau impikan. Wahai Ukhti yang terpancar keindahan akhlaknya dari ketulusan senyumnya, Siapa yang memiliki hatimu? Siapa yang mengaturkan hatinya? Bukankah tiada kuasa selain Dia yang Maha Pengasih dan CintaNya tak berbatas. Leburkanlah keresahanmu, gelisahmu, rindu, dan tangismu dalam munajat kepada-Nya. Kembalikanlah semua urusan kepada-Nya. Percayalah akan dipilihkanNya yang terbaik untukmu. Saudariku yang selalu setia dalam setiap langkah kebajikan, Kadang aku pun bingung atas diriku yang begitu mudah meneteskan airmata ketika satu sisi hati tersakiti oleh makhluk-Nya. Namun begitu jarang linangan airmata kuselipkan dalam sujud-sujud panjang memohonan pengampunan dariNya. Pernahkah ini terjadi padamu juga, ukhti? Ukhti, sekarang hapuslah airmatamu. Terimalah semua yang terjadi dengan kebesaran hati dan jiwa sebagai bagian dari hidup ini. Sampai akhirnya nanti kita temukan rahasia dan hikmah indah dari titian hidup yang telah kita lewati. Dan senyum bahagiamulah yang ingin kulihat jika saat itu datang, senyum karena telah berhasil kau lewati saat-saat tersulit dalam hidupmu dan kini kau telah memenangkannya. Tenanglah ukhti, usah kau risaukan yang akan datang. Bukankah segala sesuatu akan indah pada waktunya. Jika Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kita, lantas kenapa kita harus memaksakan sesuatu yang belum tentu baik agar menjadi milik kita? Kegalauan akan dia; cinta; pasangan jiwa, leburkanlah dalam keikhlasanmu, ukhti. Percayalah Allah akan mendekatkanmu pada pangeran hatimu, jika tidak kini, mungkin nanti. Bukan hanya untuk sekedar pasangan di dunia, tapi seseorang yang nanti dapat membawamu ke tepian surga, bagaikan pangeran berkereta kencana membawamu ke istana dengan kebahagiaan yang baqa. Senyumlah, ukhti sayang, Senyum untukku, untuk sahabat-sahabat kita, untuk nikmat yang tak henti kita rasa. Semoga hari ini, besok, dan seterusnya kita akan terus istiqamah di jalan yang diridhai-Nya serta membimbing kita dalam rahmat dan kasih sayangNya. 





Senin, 16 April 2012

Tentang Ikhwan dan Akhwat

lagi, mengkopas catatan temen sebelah, bagus... sebuah sindiran buat para ikhwan yang suka melakukan cara-cara tak islami, berkedok ingin ini dan itu.. ah, sebenarnya aku lah yang tersindir, maaf jika selama ini aku banyak berbuat yang merisaukan kalian...
selamat membaca, semoga bermanfaat...


BISMILLAHIROHMANIROHIM
Asalamu 'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.

Antara Saya, Cinta, dan Pria (Semua Atas Nama Cinta)


Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda:
- Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda:Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)...atas nama cinta
- Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa... tetap saja:atas nama cinta -

Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya.

Ini juga :atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih. Dengan cinta sakit menjadi obat, dengan cinta yang mati akan menjadi hidup, dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh.

Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin...salah langkah.

Bila aku salah, atau artikel ini tak berkenan, mohon maaf. Itu saatnya aku untuk dikritisi. Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim).

Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: ta'aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan"

Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf as. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa!


Senin, 09 April 2012

Bila Al Qur'an bisa bicara !

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?



Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya, Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu, Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa, Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan, Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian

Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan. Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV, Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia,Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...


Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu, Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu, Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja, Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu


Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku, Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV, Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah


Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.


Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu... Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.


Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu


Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.


Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.


Minggu, 08 April 2012

Jodoh?? di tangan Allah,..^_^

P : "Sist, mau nikah ya?"
A : "Insya اَللّهُ mau lah.. Kan sunnah Rasulullah.."
P : "Dah pny calon?"
A : "Alhmdulillah sudah, kan sudah ditulis sama اَللّهُ"
P : "Siapa dia?"
A : "Insya اَللّهُ dia adalah lelaki pilihan اَللّهُ"
P : "Mngapa mau nikah sama dia?"
A : "Insya اَللّهُ memilih dia karena اَللّهُ"
P : "Bagaimana nanti ketemunya?"
A : "Yakin saja,اَللّهُ punya cara yang tak pernah kita duga. Percaya saja sama اَللّهُ "...
P : "Lhah, kapan donk nikahnya?"
A : "hmm.. اَللّهُ Maha Tahu kok kapan waktu yang tepat dan terbaik"
P : "Trus, dmana ketemunya?"
A : "tenang... Masih di bumi اَللّهُ , kaluo toh memag tidak di dunia, Insya اَللّهُ di syurganya اَللّهُ "
P : "jadi..."
A : "Serahkn pd اَللّهُ, niatkn tuk gapai ridhaNya semata. Insya اَللّهُ beres! ^_^"

#apapun yang berkaitan dengan rezeki (trmsk jodoh), jangan diletakkan di hati! "Tp benar2 serahkn pd اَللّهُ.."


by :

RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF