Kamis, 21 Februari 2013

Tentang #jodoh (dari twitter Salim A. Fillah)

Kerjaan iseng: Mengumpulkan tulisan-tulisan bagus dan memasukannya ke dalam Blog. Hehe
**
Tentang #jodoh (dari twitter Salim A. Fillah)

Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya ;)

Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya ;)

Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa; tapi BAGAIMANA Allah memberikannya; diulurkan lembut & mesra, atau dilempar penuh murka?

Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk dianugerahi rizqi & jodoh dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah, & makna.

Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak diambil-ambil, ya di tangan Allah terus;P Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatlan keduanya.

Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan.

Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah isteri Fir'aun bukanlah suaminya. Maryam ibunda 'Isa pun kelak bertemu jodohnya.

Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil; sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi padaNya;)

Di QS An Nuur: 26; diri ialah cermin bagi jodoh hati. Yang baik-baik jadilah jodoh yang suci-suci. Yang nista-nista jumpalah yang keji-keji.

Tentu makna ayat itu adalah peringatan & kerangka ikhtiyar: cara menjemput jodoh terbaik adalah dengan membaikkan diri di tiap bilang hari.

Yang menjemput pasangan dengan menggoda matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak tahan atas jebak kejelitaan lain.

Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik.

Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana.

Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah & ridhaNya.

Kamis, 06 Desember 2012

Namaku ternyata ISTIMEWAAA,...:)

Semula aku tidak begitu memperdulikan makna dibalik namaku,..
Sampai suatu hari seorang dosen menanyakan itu pada ku, tepatnya pada tahun 2008 saat aku sedang daftar ulang di salah satu universitas di indonesia.
Kira-kira saat itu dosen itu menanyakan seperti ini padaku
“Nama kamu tika indriyani, artinya apa?"
Dan dengan polosnya aku menjawab:
"Kurang tau pak,.."
“Kok kurang tau,ini kan nama kamu sendiri, masa gak tau artinya apa. Nanti tanya orang tua kamu ya artinya apa"
"Baik pak,.."

Di perjalanan pulang, aku berpikir apakah setiap nama pasti memiliki arti? Sepertinya namaku gak memiliki arti apapun. Dan menurutku gak ada yang istimewa dari nama ini. Dari pada terlalu banyak mikir tanpa tindakan lebih baik aku tanya saja ama orangtuaku. Tetapi setiap kali ketemu orang tua, selalu saja lupa menayakannya.
Dan akhirnya aku putuskan mencari sendiri. And Then, Inilah arti namaku,....:)

TIKA INDRIYANI

Tika èberasal dari bahasa jawa “Kartika” yang berarti “bintang”
Indriyani èberasal dari bahasa jawa juga yang berarti “si cantik yang berbakti”

So, it’s mean; Bintang cantik yang berbakti
Wow,..so wonderfull^^ tak menyangka selama ini aku memikul sebuah amanah yaitu  berbakti kepada orangtua, Allah dan suatu saat nanti berbakti kepada suami,..:). Selama ini aku hanya berfikir namaku hanyalah rangkaian kata-kata yang tak memiliki arti.
Dan aku menjadi malu terhadap diri sendiri, karena aku belum seperti namaku…
Aku belum bisa membahagiakan orangtua, tapi aku akan berusaha menjadi anak yang berbakti bagi mereka. Aku juga belum sepenuhnya berbakti kepada Allah, tapi aku akan terus selalu berusaha berjalan di jalanNya. Dan suatu saat nanti aku juga akan berusaha berbakti kepada suamiku,..:). 
Oh iya selain itu, aku bukanlah superstar ^^ I’m just a little star ^^. Tapi semoga aku bisa selalu membagi kebahagiaan pada orang lain….Just it ^^ bahwa nama adalah sebuah doa. tapi sebenarnya doa itu hanya akan ada di awang awang kalau hanya terucap dan tak sedikitpun berbuat. Semoga aku bisa berbuat selayaknya doa yang terukir di dalam rangkaian namaku, untuk menjadikannya tidak hanya sebatas “Nama” saja.
Ayo, yang sampai detik ini belum mengetahui arti di balik namamu, alangkah baiknya kita mencari tahu segera. Karena siapa tahu ternyata nama kita yang sederhana memiliki arti yang begitu luarbiasa ^^
Semoga Menginpirasi,
Good luck for all, Be the best ^^

Kamis, 29 November 2012

Menilai Kepribadian dari cara makan tahu....:D

Kira-kira kita masuk golongan mana? [copas dari BBM]

1. KONSERVATIF: gigit tahu dulu, baru gigit cabe

2. PROGRESIF : gigit cabe dulu baru gigit tahu.
3. SPEKULATIF:Begitu nemu cabe langsung gigit dgn harapan dekat situ akan ada tahu
4. IMAJINATIF: Belum gigit cabe udah kepedasan
5. OPTIMIS: Yakin tahu akan segera muncul, sambil ngemi
l cabe dulu
6. PERMISIF: Tahunya dicomot orang, diam aja
7. MASOKIS: Gigit cabe 10 biji tanpa pake tahu
8. OBSESIF-KOMPULSIF: Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dgn jumlah cabe.
9. MANIPULATIF: Godain tukang tahu supaya dpt gratisan
10.DRAMATIS: abis makan tahu pakai cabe nangis kepedasan, trus ngesot sambil meratap ke dispenser air
11.SCIENTIST: pegang tahu hanya utk memaparkan kandungan dan bahaya minyak goreng bekas, minyak curah, dan dampak bahan pengawet pada tahu bagi tubuh.
12.EKSIBISIONIS: sebelum makan bilang ke orang sebelah:"lihat deh, gue mau makan tahu pake cabe"
13.KAPITALIS: tahunya dimakan, cabenya ditanam supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual.
14. FANATIK: kalau ketemu org cara makan tahunya beda, marah
15. ANARKIS: maksain tukang tahu biar dapat gratisan
16. KRITIS: nanya:"kenapa sih kalau kita makan tahu harus pake cabe?"
17. MELANKOLIS: udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahu kesenggol org, tahunya jatuh, nangis..